Senin, 09 Januari 2012

Perubahan Anatomis dan Fisiologis pada Ibu Hamil Trimester I, II, dan III


Dengan terjadinya kehamilan hampir seluruh tubuh wanita mengalami perubahan, terutama pada alat kandungan dan juga organ yang lainnya.
1.      Perubahan Anatomi dan Fisiologis pada Ibu Hamil Trimester I
a.       Aksi hipotalamus-Pituitari-ovarium
Hipotalamus
↓ GnRh
Anterior pituitari
↓ LH/FSH
Ovary
Estrogen dan progesteron
Uterus
b.      Uterus
Uterus bertambah besar dari yang beratnya mula-mula 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan. Ukuran kehamilan cukup bulan adalah 30 x 25 x 20 cm. Terjadi pembesaran karena peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah, hiperplasia, hipertrofi, perkembangan desidua. Perubahan pembesaran uterus sebagai berikut :
Ø  Minggu ke 7, sebesar telur ayam.
Ø  Minggu ke 8, sebesar telur bebek.
Ø  Minggu ke 10, sebesar buah jeruk.
Ø  Minggu ke 12, sebesar telur angsa.
c.       Vagina dan vulva
Ø  Terjadi hipervaskularisasi.
Ø  Daya renggang bertambah.
Ø  PH vagina à reaksi asam 3,5-6,0.
Ø  Terjadi deskuamasi.


d.      Ovarium
Ø  Awal kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditas. Berdiameter 3 cm, mengecil setelah plasenta terbentuk pada UK 12 minggu.
e.       Payudara
Ø  Payudara membesar dan tegang oleh karena hormon somamotropin, estrogen, dan progesteron.
Ø  ASI belum keluar.
Ø  Terbentuk lemak di sekitar alveolus sehingga mamae jadi besar.
Ø  Papilae mamae membesar, lebih tegak, dan hitam.
Ø Dinding Perut
Ø  Timbul strie gravidarum.
Ø  Linea alba atau linea nigra.
f.       Sistem Endokrin
Ø  Sekresi hormon prolaktin, hormon adenokotropik, dan MSH meningkat.
Ø  Hormon plasenta : peningkatan plasma.
g.      Sistem pencernaan
Ø  Peningkatan saliva
Ø  Lambung panas à mual dan muntah
h.      Sistem Perkemihan
Ø  Pelvis renal dan ureter mengalami dilatasi relaksasi.
i.        Sistem Pernafasan
Ø  Penurunan tekanan CO2 menyebabkan sesak nafas karena pembesaran rahim.
j.        Sistem Integumen
Ø  Pada muka terdapat chloasma gravidarum.
Ø  Hiperpigmentasi aerola mammae.

2.      Perubahan Anatomi dan Fisiologis pada Ibu hamil Trimester II
a.       Uterus
Ø  Tanda Braxton Hicks : kontraksi uterus yang dapat dirasakan melalui dinding abdomen setelah UK 16minggu (4 bulan). Kontraksi tidak teratur, tidak nyeri.
Ø  UK 14 minggu, kavum uteri diisi oleh ruang amnion yang terisi oleh janin dan ishmus menjadi bagian korpus uteri.
Ø  Bentuk uterus menjadi bulat lalu lonjong seperti telur, ukuran sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa. Pada saat ini uterus mulai memasuki rongga. UK 16 minggu, fundus uterus terletak diantara jarak pusat ke simpisis. UK 20 minggu, fundus uterus terletak di pinggir bawah pusat. UK 24 minggu, fundus uterus terletak tepat di tepi atas pusat.
Ø  Tanda kehidupan pertama dapat dirasakan oleh ibu multipara pada minggu ke 14 sampai ke 16, pada nulipara pada minggu ke 18.
Ø  Ballotement, gerakan pasif janin yang belum engaged dapat diidentifikasikan pada minggu ke 16 dan ke 18.
b.      Vagina dan Vulva
Ø  Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan visera panggul lain, peningkatan sensitifitas yang menyolok.
Ø  Peningkatan sensitivitas dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual.
c.       Ovarium
Ø  Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada minggu ke 16.
d.      Payudara
Ø  Konsentrasi dan kadar prolaktin dalam darah ibu meningkat.
Ø  Estrogen dan progesteron mempengaruhi petumbuhan dari sistem duktus, lobuli, dan alveoli serta dapat meningkatkan produksi susu selama kehamilan.
e.       Sistem Endokrin
Ø  HCG, relatif konstan pada UK 18 minggu ke atas. Fungsinya pemelihara korpus luteum.
Ø  Paratiroid, hiperplasia yang disebabkan oleh estrogen dan HPL, tingkatkan parathormon dalam kehamilan meningkat dan mencapai puncaknya pada UK 15-35 minggu.
f.       Sistem Kekebalan
Ø  Kadar imunoglobulin Ig G dan Ig M menurun dari UK 10-30 minggu.
g.      Sistem Pencernaan
Ø  Terjadi konstipasi, pengaruh estrogen dan progesteron meningkat.
Ø  Perut kembung, adanya tekanan uterus yang membesar.
Ø  Terjadi hemoroid.
Ø  Panas perut (heart burn), karena terjadi aliran balik asam gastrik ke dalam esophagus bagian bawah.
h.      Sistem Perkemihan
Ø  Menurunnya kebiasaan sering kencing.
 i.        Sistem Muskuloskeletal
Ø  Sakit pinggang karena tulang pubik melunak, sambungan sendi sacrococcigis mengendur, tulang coccigis tergeser ke arah belakang.
Ø  Perubahan postur tubuh.
Ø  Nyeri punggung.
Ø  Relaksasi dan meningkatnya mobilitas persendian pelvis.
j.        Sistem Integumen
Ø  Ada strie gravidarum. Strie gravidarum ada 2 jenis, yaitu strie livida dan strie albcan. Strie livida adalah garis yang warnanya biru pada kulit dan masih baru dan strie albican adalah peregangan pada kulit dan berwarna putih.
Ø  Meningkatnya ketebalan kulit dan lemak subdemal.
Ø  Terdapat chloasma gravidarum.
Ø  Aerola mammae hiperpigmentasi berwarna hitam.
Ø  Aktivitas kelenjar keringat meningkat.
k.      Sistem Kardiovaskuler
Ø  Hemodilatasi karena hipertrofi cardiac pada UK 16 minggu.
l.        Metabolisme
Ø  Peningkatan absorpsi kalsium.
Ø  Peningkatan kebutuhan Fe, karena absorpsi usus meningkat.
Ø  Penimbunan protein.
Ø  Kadar lemak dalam darah meningkat.
Ø  Pertambahan berat badan 5 kg.
m.    Sistem Pernafasan
Ø  Penurunan tekanan CO2, meningkatnya kebtuhan O2.
Ø  Pernafasan menjadi pendek.
Ø  Vaskularisasi meningkat.
Ø  Hipervetilasi.

3.      Perubahan Anatomis dan Fisologis pada Ibu hamil Trimester III
a.       Uterus
Ø  Tinggi Fundus Uteri (TFU) :
-          UK 28 minggu      : 3 jari diatas pusat.
-          UK 32 minggu      : diantara pusat dan proxesus xypoideus.
-          UK 36 minggu      : 3 jari di bawah proxesus xypoideus.
-          UK 38 minggu      : setinggi proxesus xypoideus.
-          UK 40 minggu      : pertengahan pusat dengan proxesus xypoideus.
Ø  Ishmus berubah menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah rahim (SBR).
Ø  Pada kehamilan tua, SBR menjadi lebih lebar dan tipis, tampak batas nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan bagian SBR yang lebih tipis.
b.      Vagina dan vulva
Ø  Terlihat lebih merah atau kebiruan (terjadi hipervaskularisasi) atau tanda chadwick.
c.       Ovarium
Ø  Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron diambil oleh plasenta.
d.      Payudara
Ø  Payudara semakin tegang sebagai persiapan untuk laktasi akibat pengaruh somamototropin, estrogen, dan progesteron.
Ø  Pada trimester ini kolostrum sudah mulai keluar.
e.       Sistem Pencernaan
Ø  Terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron.
Ø  Perut kembung karena tekanan uterus yang membesar.
Ø  Wasir atau hemoroid.
Ø  Panas perut atau heart burn karena aliran balik asam gastrik ke dalam esophagus bagian bawah.
f.       Sisem Muskuloskeletal
Ø  Tulang pubik melunak.
Ø  Lordosis progresif merupakan gambaran karakteristik pada kehamilan normal.
Ø  Pada trimester akhir rasa pegal, mati rasa, dan lemah pada tubuh bagian atas.
Ø  Perubahan pada postur tubuh.
Ø  Nyeri punggung.
Ø  Relaksasi dan meningkatnya mobilitas persendian pelvis.
Ø  Rektus abdominal menjadi terpisah.
g.      Metabolisme
Ø  Pertambahan berat badan 5,5 kg.
Ø  Penyebab penambahan berat badan, yaitu
-          Berat janin 3 kg
-          Plasenta 0,5 kg.
-          Air ketuban 1 kg.
-          Berat rahim dari 30 gram menjadi 1000 gram atau 1 kg.
-          Penimbunan lemak 1,5 kg.
-          Penimbunan zat putih telur 2 kg.
-          Retensi air 1,5 kg.
h.      Sistem Pernafasan
Ø  Adanya rasa sesak nafas dan nafas pendek karena usus tertekan oleh uterus ke arah diafragma.
i.        Sering kencing
Ø  Karena kandung kemih tertekan oleh uterus yang semakin membesar.
j.        Kulit
Ø  Terjadi hiperpigmentasi karena pengaruh MSH meningkat di daerah leher dan perut.
Ø  Adanya linea livida dan linea nigra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar